Tampilkan postingan dengan label Kolom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kolom. Tampilkan semua postingan

04 Februari 2008

FloraFauna-Hunt Hadir Menggantikan Flora-Fauna.Net

Situs FloraFauna-Hunt hadir untuk menggantikan keberadaan situs www.flora-fauna.net sehubungan dengan bergabungnya Flora-Fauna.Net dengan INDOBROKER
Kami sengaja menghadirkannya dalam bentuk blog berbasis Blogger agar semakin mudah diakses oleh semua pengguna
Selain itu penggunaan Blogger juga agar mudah diupdate melalui Handphone oleh pengelolanya


________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

(Di-update menggunakan Nokia 6600 Black)

15 Januari 2008

Perlukah Flora & Fauna Dibela?

Ketika beberapa gelintir orang mulai berusaha menyuarakan nasib flora-fauna yang jarang sekali terwakili, tidak sedikit orang yang akan berceloteh ‘jangan hanya memikirkan satwanya dong, pikirkan juga manusianya‘. Sesungguhnya, haruskah kelestarian flora-fauna dipisahkan dari kepentingan manusia?

Anggapan tersebut memang dapat dipahami ketika kita cukup puas untuk dapat mengatasi gejala-gejala dan akibat, sementara penyakitnya itu sendiri justru dibiarkan. Sudah menjadi pola umum di negeri ini tampaknya ketika kita menerima setiap kenyataan – bahkan yang terjadi akibat kecerobohan kita sendiri - sebagai ‘nasib’ atau ‘takdir’.

Ketika sebuah kecelakaan lalu-lintas terjadi misalnya, kita jarang membedakan mana yang terjadi akibat kecelakaan murni dan kesalahan manusia. Sebagian besar umumnya terjadi karena kesalahan sendiri dan orang lain di jalan, baik dalam bentuk kecerobohan berkendara, keengganan mengecek kondisi kendaraan dan lainnya. Sebagian lain terjadi karena kesalahan pihak lain, misalnya pemerintah yang tidak dapat dapat menegakkan hukum lalu-lintas, atau ketidak-sanggupannya menyediakan sarana dan prasarana transportasi yang memadai, misalnya jalan yang dibiarkan penuh dengan lubang jebakan.

Hal serupa juga terjadi dalam kaitannya dengan hutan dan flora-fauna. Di Sumatra, misalnya sudah seringkali dilaporkan adanya konflik antara manusia dan satwa liar misalnya harimau,gajah dan orangutan. Lalu apa yang terjadi? Yang terjadi adalah sebuah kebingungan sesaat. Selanjutnya, satwa ‘pengganggu’ biasanya ditembak mati atau ditangkap untuk dijinakkan dan dibiarkan mati secara perlahan.

Dengan melakukan hal tersebut, kita sebetulnya telah mengingkari komitmen kita sendiri. Pasalnya, beberapa jenis satwa tersebut karena keunikan dan perannya dalam kehidupan di bumi, telah kita tetapkan sendiri sebagai jenis yang dilindungi undang-undang.


Proses semacam ini selalu berlangsung tanpa usaha yang lebih menyeluruh untuk memenangkan manusia sekaligus satwa.

Sebagai akibatnya, tidak heran kalau populasi satwa liar di Sumatra terus menurun dan sebarannya menyempit tinggal di hutan-hutan yang tersisa. Gajah misalnya, yang di Propinsi Lampung awal tahun ’80-an masih bisa ditemukan di setiap kabupaten, sebarannya kini telah menciut tinggal di hutan-hutan konservasi yang tersisa seperti di Taman Nasional Way Kambas dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Itupun, karena manusia yang terus mendesak hutan tempat hidup gajah, konflik dengan manusia terus terjadi. Demikian pula halnya dengan harimau, badak, orangutan dan lainnya. Mengapa ini terjadi?


***


Kerusakan hutan sebagai pemicu konflik satwa-manusia terjadi oleh banyak hal. Salah satunya adalah karena kita telah terjebak untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi dengan sumberdaya alam sebagai bahan bakarnya. Hal itu dilakukan dengan melakukan ekploitasi habis-habisan sumberdaya alam, khususnya hutan, yang kita miliki tanpa pertimbangan yang matang tentang kesinambungannya. Akibatnya, bencana demi bencana kini mulai kita tuai. Mulai dari konflik satwa-manusia di sana-sini, bencana longsor, dan yang terakhir banjir bandang yang menelan banyak jiwa di Bohorok. Lalu bagaimana cara kita mengatasinya?

Sebenarnya sudah terlambat, namun ada baiknya kita memulai melihat permasalahannya secara lebih komprehensif. Selalu mengalahkan kepentingan satwa bukanlah solusi terbaik, karena masyarakat jugalah yang pada akhirnya akan dirugikan.

Ada hal yang menarik dari lokakarya “Mencari Solusi Terbaik Permasalahan Hutan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam -NAD” yang diselenggarakan di Banda Aceh oleh Flora-Fauna International (FFI) bekerjasama dengan INFORM dan beberapa lembaga lain baru-baru ini. Bekerjasama dengan masyarakat, peneliti dari FFI melakukan pemetaan daerah sebaran gajah dan mengidentifikasi daerah-daerah yang rawan konflik satwa-manusia. Bersamaan dengan itu dilakukan pula studi atas pemicu konflik yang terjadi. Antara lain, teridentifikasi bahwa konflik terjadi akibat rusaknya hutan yang merupakan daerah jelajah gajah. Kerusakan tersebut rupanya terjadi karena ketika mengeluarkan ijin pengusahaan hutan, pembukaan perkebunan, pembukaan daerah pemukiman baru dan lainnya, pemerintah tidak mempertimbangkan aspek lingkungan seperti pengamanan daerah jelajah gajah. Tidak heran, gajah yang kehilangan tempat hidupnya akhirnya secara rutin mengunjungi dan merusak tanaman masyarakat.


Sadar akan perlunya berbagai pihak untuk duduk bersama, FFI kemudian menfasilitasi pertemuan antara para kepala adat dan mukim dengan jajaran pemerintah daerah. Menariknya, hutan yang diidentifikasi sebagai daerah sebaran gajah rupanya juga diketahui berperan penting sebagai daerah tangkapan air di Propinsi NAD. Daerah ini kebanyakan terletak di bagian Barat Aceh yang merupakan bagian dari deretan Bukit Barisan. Para kepala adat dan mukim, serta wakil dari pemerintah daerah yang hadir telah menyepakati untuk melindungi daerah tersebut dari berbagai macam pengrusakan.

Meski agak terlambat, sebuah tonggak awal yang baik telah ditancapkan. Nangroe Aceh Darusalam sebagai propinsi yang memiliki hutan terluas di Sumatra memang sudah seharusnya belajar dari kegagalan banyak propinsi di pulau itu dalam membangun sumberdaya alamnya. Sementara itu, banyak tempat lain harus mulai mengambil tindakan untuk membangun sumberdaya alamnya yang mulai pudar. Dengan demikian, kepentingan satwa dan manusia tidak perlu diperdebatkan. Kalau mau, kita dapat hidup harmonis dengan alam.

(Penulis : Sunarto, Staff Conservation International Indonesia )

Petunjuk Pemeliharaan Ikan untuk Pemula


Perkenalan
Apa yang dimaksud pemeliharaan ikan yang berhasil? Ikan sehat yang hidup lama, dapat juga beternak dan mempunyai anak. Sukses juga berarti memiliki aquarium yang enak dipandang tanpa banyak perawatan yang merepotkan. (seperti membasmi lumut yang berlebihan dsb)

Bagaimana memastikan aquarium pertama kamu berhasil
Memiliki aquarium yang berhasil tidak sulit dan tidak memerlukan tenaga yang banyak asal anda menggunakan logika anda. Pedoman ini dibuat berdasarkan pengetahuan ilmiah dan pengalaman yang diperoleh dari para aquarist yang memiliki pengalaman tahunan dalam seni pemeliharaan ikan. Daftar dibawah ini merangkum hal-hal yang terpenting untuk sukses. Setiap topik akan dijabarkan secara rinci.


Memiliki kesabaran
Membeli aquarium dan menyeting dan mengisi dengan ikan pada hari yang sama jika dapat adalah jalan ke bencana. Sebenarnya setting dan mengisi penuh aquarium anda dapat memakan sampai dua bulan.


Satu ons pecegahan berharga satu kilo penyembuhan
Menyediakan lingkungan yang mengurangi stres ikan adalah salah satu keberhasilan. Pada waktu ikan sedang stres, sistem kekebalan tubuh merekapun akan lemah dan mereka mudah terserang penyakit. Ditambah lagi dengan kebanyakan obat yang tidak selalu bekerja dan sering memparah daripada memperbaiki. Seringkali perawatan yang terbaik untuk ikan sakit adalah dengan mengurangi stres dengan
1. sering mengganti air
2. tidak memberi makanan yang berlebihan
3. memeriksa apakah filter bekerja dengan baik
4. memberi ruangan yang cukup
5. memelihara dengan ikan yang sesuai dan akur.


Mengerti dan Memahami Siklus Nitrogen
Ikan menghasilkan kotoran berupa amonia yang beracun dan harus diuraikan oleh bakteri pengurai melalui filtrasi biologis. Kebanyakan ikan yang mati pada pemelihara pemula karena mereka tidak mengerti tentang siklus nitrogen. Kematianpun benar-benar dapat dihindari jika mereka mengerti tentang Siklus Nitrogen ini.


Melakukan pembersihan rutin pada filter aquarium
Filter yang tersumbat akan mengurangi efisiensi filter. Pada filter biologis, filter tersumbat akan sukar menghilangkan amonia dengan baik dan dapat menyebabkan ikan menjadi stres dan juga kematian.Filter biologis dengan kapas flos dibersihkan dengan mebilas dengan air bekas yang disedot dari aquarium ke dalam ember. Filter undergravel dapat dibersihkan dengan menyedotnya secara rutin.


Memproses semua air ledeng/pam sebelum menambahkan ke dalam aquarium
Air pam/ledeng mengandung bahan kimia tambahan seperti kaporit atau klorin supaya airnya aman untuk konsumsi manusia. Tetapi bahan ini adalah racun untuk ikan dan dapat melemahkan, merusak dan juga dapat membunuh ikan.


Belajar tentang ilmu kimia dasar air
Dasar kimia air adalah pH, kekerasan anri dan buffering. Kamu tidak perlu mengikuti pelajaran kimia khusus, tetapi kamu sebaiknya tahu tentang kimia air dan tentang sumber air didaerahmu supaya ikan kamu senang. Setiap lokasi sumber air berbeda-beda dan beberapa ikan mungkin tidak dapat hidup dengan air di sekitar kamu tinggal. Kamu dapat mempelajarinya dengan menggunakan test kit dan keterangan dari grup pencinta aquarium di daerah anda.


Jaga pH air aquarium untuk selalu stabil
Perubahan pH yang sangat cepat akan membuat ikan menjadi stres. Air dalam aquarium secara alami lebih condong menjadi asam karena asam nitrit dan nitrat dari siklus nitrogen. Menjaga pH supaya stabil diperlukan cukup buffering. Jika air anda terlalu lunak, anda perlu menambah buffering agent. Hindari menambah zat kimia yang menurunkan pH. Zat kimia menurunkan pH itu sering kali memiliki efek samping seperti membantu pertumbuhan lumut. Di beberapa kasus, pH air tidak perlu disesuaikan supaya "lebih cocok" untuk ikan . Jika pH air di rumah kamu sekitar 6.5 dan 7.5, air itu cocok untuk hampir semua jenis ikan.


Pilih ikan yang sesuai dengan air disekitar kamu
Pilih ikan yang memiliki dapat hidup di air yang memiliki persamaan kimia (pH dan GH) dengan air di tempat kamu. Jika anda mempunyai air pH rendah(asam), pilih ikan yang dapat hidup baik di pH rendah (seperti discus, arwana) . Ini sangat penting jika air di sekitar kamu diluar dari area pH 6.5-7.5. Merubah pH alami menjadi usaha kerja keras dan seringkali menjadi merepotkan dan tidak nyaman dalam memelihara aquarium. Ditambah lagi dengan percobaan berkali-kali untuk penyesuaian dan sering kali memburuk kondisi untuk ikan kamu. Cara yang terbaik dalam tahap belajar adalah memelihara air yang sesuai dengan air di sekitar anda.


Memilih ikan yang sesuai dengan aquarium
Piliha ikan yang sesuai dengan satu sama lain dan memikir jangka panjang. Ikan berukuran 1 cm pasti terlihat lucu di toko. Tetapi apa yang anda lakukan jika ikan itu tumbuh menjadi 15 cm dan habitatnya dan makanannya? Ikan juga memerlukan tempat minimum tertentu tergantung dari ukuran fisiknya dan prilakunya. Pilih ikan yang keperluannya cocok dengan aquarium kamu. Pastikan aquarium kamu memiliki tempat persembunyian seperti batu-batuan, tanaman, batang pohon dan sebagainya di habitatnya.


Karatina ikan anda dengan baik sebelum memasukan mereka ke aquarium anda
Jangan pernah memasuk air(dari toko) ke aquarium anda. Air itu mungkin mengandung penyakit. Jika memungkinkan, karantinakan setiap pembelian baru selama 2-3 minggu sebelum anda memasukannya ke dalam aquarium.


Lakukan pergantian air
Ganti seperempat dari air aquarium anda setiap minggu. Pergantian air mempunyai dua tujuan: melarutkan dan menghilangkan nitrat sebelum bertambah banyak ke kadar yang berbahaya dan menambah elemen-elemen trace dan buffer yang telah digunakan oleh bakteri pengurai, tananman dan lain lain. Pergantian air secara rutin membantu memastikan air dalam aquarium tidak melenceng jauh. Manfaat yang penting khususnya adalah pada saat ada penyakit yang menyerang aquarium kamu, pergantian air adalah salah satu langkah penting dalam menanggulangi penyakit. Dan pergantian air yang dratis tidak aman, kecuali airnya memiliki yang memilik komposi kimia (pH, GH) yang hampir sama dengan air dalam aquarium.

Berapa banyak waktu dan usaha yang diperlukan dalam memelihara aquarium ikan?
Untuk aquarium 10-20 gallon(38-75 liter) aquarium, setelah disetup, harapkan untuk menggunakan waktu sekitar 30 menit setiap dua minggu sekali untuk mengganti sebagian air, membersihkannya dan lain-lain. Jika ini terlalu merepotkan anda maka jangan terjun ke hobi ini. Anda juga akan menyediakan waktu beberapa menit sekali atau dua kali setiap hari untuk memberi makan ikan anda, mematikan dan menyalakan lampu dan lain sebagainya. Peringatan: Banyak orang yang menggunakan waktunya lebih banyak hanya memandangi aquarium dan isinya. Tentu saja, itulah maksudnya.

Bersiaplah untuk menggunakan beberapa jam untuk meneliti hobi ini sebelum anda melakukan pembelian. Makin lama anda meneliti sebelum makin baik jalannya. Kunjungilah ke beberapa toko untuk mendapatkan satu kelihatannya bereputasi. Kunjungi lagi beberapa kali. Beli beberapa buku pemula. Baca artikel ini beberapa kali.

Kebanyakan orang yang frustasi dengan aquarium membuat kesalahan yang sebenarnya dapat dihindari. Salah satu cara menghindari kesalahan ini adalah dengan mempelajari dasar-dasarnya seperti siklus nitrogen sebelum memasukan ikan ke dalam aquarium.

Ingat: Kebanyakan masalah aquarium mudah sekali dicegah, tetapi susah ditanggulangi di setelah bermasalah.


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers